Tampilkan postingan dengan label microsoft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label microsoft. Tampilkan semua postingan

Perlukah Upgrade Windows XP Ke Windows 7?

Kamis, 14 Juli 2011
Windows XP merupakan sistem operasi yang sangat populer di dunia sebelum kehadiran Windows Vista dan Windows 7. Memang kedua generasi terbaru tersebut menawarkan fitur-fitur baru yang tidak ada di Windows XP, tapi tidak semua pengguna Windows XP tertarik pada fitur-fitur tersebut, mereka bahkan tidak membutuhkannya. Mereka merasa dengan menggunakan Windows XP sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan komputer mereka, tidak perlu meng-upgrade ke Windows Vista atau Windows 7. Jadi, sebenarnya perlukah upgrade dari Windows XP ke Windows 7?

Sebenarnya Microsoft selalu menyarankan untuk mengganti sistem operasi penggunanya dengan yang lebih baru. Hal itu memang dipandang sebagai kepentingan bisnis belaka. Dari segi lain Microsoft memiliki alasan atas sarannya itu. Microsoft memberikan dukungan terhadap produknya, terutama sistem operasi, berupa update dan patch. Dukungan-dukungan itu disediakan secara gratis untuk para pengguna produknya. Tujuannya agar produk-produk Microsoft selalu dapat mengikuti perkembangan dunia hardware dan software yang begitu cepat. Selain itu, pada masalah keamanan, untuk menanggulangi serangan-serangan dari luar yang selalu mengincar sistem operasi saat terhubung dengan jaringan internet.

Masalahnya Microsoft tidak mungkin selalu memberikan setiap dukungan itu dari waktu ke waktu. Akan sangat memboroskan waktu dan tenaga jika Microsoft merilis sebuah update produk tertentu sedangkan produk tersebut sudah sangat jarang digunakan. Untuk itu Microsoft mempunyai catatan rentang waktu untuk setiap produknya, sehingga sebuah produk tidak akan mendapat dukungan penuh lagi setelah melampaui tanggal yang ditetapkan. Contohnya Windows 98, sudah jarang sekali orang yang menggunakannya, sehingga Microsoft telah menghentikan penyediaan dukungan penuh untuk sistem operasi itu.

Dan ternyata Microsoft juga memberlakukan peraturan tersebut untuk Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7 (mungkin termasuk juga untuk produk yang bukan sistem operasi). Pengguna Windows XP mau tidak mau suatu saat harus beralih ke Windows Vista atau Windows 7. Begitu juga pengguna Windows Vista suatu saat harus beralih ke Windows 7, dan begitu seterusnya. Upgrade ini harus dilakukan agar komputer selalu mendapatkan dukungan update dan patch terbaru dari Microsoft. Bagaimana jika tidak di-upgrade? Besarkah pengaruhnya?

Bayangkan sebuah komputer dengan Windows 98. Saat salah satu komponen komputer tersebut rusak, dan harus diganti dengan yang baru. Dan sayangnya terbentur masalah driver, yang tersedia hanyalah driver untuk Windows XP dan Windows 7. Atau saat membeli flashdisk baru yang tidak dilengkapi driver (karena Windows XP dan Windows 7 dapat mengenalinya langsung), maka flashdisk itu tidak akan dapat dikenali oleh Windows 98. Contoh lain, saat terhubung internet komputer tersebut merupakan sasaran empuk bagi serangan malware. Virus dan sebangsanya yang dapat menembus Windows 7 kemungkinan besar akan lebih mudah menembus Windows 98, karena fitur keamanan Windows 7 telah jauh lebih baik. Yang lebih bagus saja bisa ditembus lalu bagaimana yang lama.


Lalu kapan harus upgrade ke versi yang lebih baru? Tidak harus sekarang. Microsoft telah merilis tanggal-tanggal penghentian dukungan produknya agar para penggunanya dapat mengambil keputusan kapan harus segera melakukan upgrade. Contohnya, masa Windows XP akan berakhir pada 8 April 2014, jadi tidak perlu terburu-buru. Saat waktunya tiba sebaiknya komputer kita telah siap dengan sistem operasi yang lebih baru. Memang dunia komputer selalu bergerak. Siapa yang tidak mengikuti maka akan tertinggal.

Microsoft Security Essentials, Antivirus Paling Populer

Senin, 13 Juni 2011

mseMicrosoft Security Essentials (MSE) adalah antivirus gratis yang dikhususkan untuk pengguna Windows. Walaupun terbilang antivirus yang baru, MSE ternyata mampu merebut hati para pengguna Windows di seluruh dunia. Terbukti dari laporan OPSWAT yang menyatakan MSE telah menjadi antivirus paling populer di bulan Juni 2011.

Berdasarkan laporan OPSWAST, Microsoft Security Essentials menempati urutan pertama market share di bulan Juni 2011 dengan pengguna 10,66% disusul Avira Antivir 10,18% dan Avast 8,66%. Tapi jika berdasarkan vendor-nya, Microsoft menempati urutan ke-empat dengan 11,24%. Tiga besar ditempati oleh Avira 12,29%, Avast Software 12,37%, dan AVG Technologies 12,37%. Hal ini dikarenakan para vendor tersebut mempunyai lebih dari satu produk antivirus.

Sebetulnya saya juga tidak tahu pasti apa yang membuat MSE begitu diminati. Selama ini saya puas menggunakan Avast. Mungkin karena kemudahan dalam penggunaannya dan antarmuka yang begitu simpel. Atau mungkin karena banyak orang berpikir bahwa produk dari Microsoft sudah seharusnya akan mendapatkan perlindungan terbaik dari produk dari Microsoft juga. Sedangkan untuk kekuatan MSE sendiri mungkin memang bukan yang terbaik. Antivirus-antivirus lain yang sudah lebih dulu hadir memiliki kekuatan yang lebih baik.

mse2

Apapun penyebabnya keberhasilan Microsoft Security Essentials menjadi antivirus paling populer pantas dihargai, mengingat umurnya yang masih begitu muda (mulai diperkenalkan tahun 2009). Microsoft sendiri pernah mengumumkan bahwa MSE telah di-download sekitar 30 juta kali pada tahun 2010.

sumber : Neowin

Video Resmi Pertama Windows 8

Jumat, 03 Juni 2011

Belum lama ini Microsoft menerbitkan video demonstrasi Windows 8. Dari video tersebut diperlihatkan beberapa fitur baru Windows 8 dan sedikit cara penggunaannya. Sepertinya Windows 8 lebih diarahkan untuk penggunaan perangkat tablet, walaupun tetap tidak menutup kemungkinan untuk dapat digunakan di PC.

Untuk perangkat tablet, Windows 8 telah menyediakan interface yang kompatibel dengan layar sentuh (touchscreen), lengkap dengan keyboard layar sentuh. Mungkin akan sedikit berbeda jika terpasang pada PC. Tidak lagi dimulai dengan tombol ‘Start’ di pojok, pada layar pertama langsung ditampilkan beberapa aplikasi seperti laporan cuaca, diagram harga saham, dan email. Multitasking tetap didukung di Windows 8. Dapat dilihat pada video, ukuran suatu aplikasi bisa diubah untuk memberikan ruang untuk aplikasi lain, seperti Windows pada umumnya. Perpindahan dari sebuah aplikasi ke aplikasi lain juga semakin terlihat indah.

Microsoft juga menegaskan bahwa akan menggunakan Internet Explorer 10 sebagai web browser yang default di Windows 8, sayangnya tidak begitu diperlihatkan sosok IE10 di video ini. Selain itu Windows 8 juga masih dapat mendukung penggunaan perangkat lunak dan periferal lama, seperti yang digunakan untuk Windows 7.

Video ini sangat menarik, mengingat banyaknya spekulasi mengenai sistem operasi generasi terbaru ini. Dan akhirnya Microsoft menjawabnya dengan menerbitkan video tersebut. Video yang memamerkan sebagian kecil dari Windows 8 berjudul "Windows 8" - Video # 1 dapat dilihat di YouTube.

“Windows 8” - Video # 1

sumber : gHacks

Windows 7 Telah Terjual Lebih Dari 350 Juta Lisensi

Sabtu, 23 April 2011

windows7Belum ada dua tahun sejak kemunculan pertamanya (tepatnya 18 bulan), Windows 7 telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa di seluruh dunia. Windows Team di blognya telah melaporkan bahwa hingga saat ini Windows 7 telah berhasil terjual sebanyak 350 juta lisensi di seluruh dunia, baik yang digunakan personal maupun untuk bisnis.

Beberapa perusahaan analis, seperti IDC, memperkirakan sekitar 90% dari perusahaan-perusahaan di dunia akan segera mengganti Windows XP yang mereka gunakan dengan Windows 7. Hal ini karena dengan menggunakan Windows 7 dinilai akan dapat menghemat sekitar $140 untuk tiap unit komputer setiap bulannya. Dengan begitu dalam setahun dapat mengembalikan nilai investasi mereka sebesar 131%.

Memang keberhasilan dari Windows 7 tidak lepas dari peran Windows Vista sebagai pendahulunya, yang dianggap tidak begitu berhasil di pasaran. Pertumbuhan pesat dari Windows 7 dapat menggeser keberadaan Windows XP dalam waktu dekat. Walaupun begitu tampaknya Microsoft tidak cepat puas. Microsoft bekerja keras untuk mengembangkan Windows 8 yang akan dirilis pada tahun 2012 mendatang.

sumber : Neowin

10 Serangan Virus Komputer Terburuk

Minggu, 20 Maret 2011

Sepanjang sejarah komputer, virus dan sejenisnya selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kerusakan yang ditimbulkan juga bermacam-macam. Ada yang hanya merusak file, tapi juga ada yang bisa merusak perangkat keras, bahkan menghentikan jadwal penerbangan. Berikut adalah daftar serangan virus komputer yang terburuk sepanjang sejarah.

Morris (1988)
Tadinya adalah program yang diciptakan Robert T. Morris dan digunakan untuk mengukur seberapa besar jaringan internet. Tapi karena ada kesalahan malah melumpuhkan sekitar 6000 komputer (saat itu diperkirakan ada 60.000 komputer terhubung internet, jadi Morris telah melumpuhkan 10% komputer di dunia). Kerugian yang disebabkan Morris mencapai $100 juta.

Melissa (1999)
Diciptakan oleh David L. Smith, Melissa berhasil membuat perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Intel Corp. dan Alcatel menutup akses email gateway mereka karena besarnya lalu lintas data yang dihasilkannya. David L. Smith tadinya diancam hukuman 40 tahun penjara dan denda yang sangat besar, tapi kemudian diturunkan menjadi penjara 20 bulan, denda sebesar $5000, dan diharuskan membantu FBI untuk menangkap pencipta virus lainnya.

Loveletter (2000)
Pada tanggal 4 Mei 2000 di Filipina virus ini menyebarkan dirinya dengan mengirimkan pesan-pesan berisi virus menggunakan daftar email pada komputer yang terinfeksi. Dalam sehari virus ini telah menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan kerugian sebesar $5 milyar.

Code Red (2001)
Virus ini menginfeksi komputer yang menjalankan Microsoft IIS Web Server, menyebabkan buffer overflow dan mengganti tampilan website dengan tulisan “HELLO! Welcome to http://www.worm.com! Hacked By Chinese!”. Walaupun telah disediakan penangkal, Code Red masih bisa menyebabkan kerugian sebersar $2,6 milyar setelah sebulan kemudian.

Nimda (2001)
Ejaan terbalik dari ‘Admin’ dan hanya membutuhkan kurang dari 30 menit untuk menyebarkan dirinya seperti Code Red. Nimda dapat membuat banyak alamat email untuk menyebar dan memancing pengguna menuju website yang terinfeksi. Nimda menyebabkan kerugian sebesar $635 juta.

SQL Slammer (2003)
Dengan memanfaatkan bug pada Microsoft SQL Server dan Microsoft Desktop Engine virus ini mengirimkan salinan dirinya ke seluruh dunia dan menyebabkan denial of service. Akibatnya koneksi internet saat itu menjadi sangat lambat.

MS Blaster (2003)
Pada tanggal 11 Agustus 2003 MS Blaster menyerang komputer-komputer dengan sistem operasi Windows NT, Windows XP 64bit, dan Windows 2003. Komputer yang terinfeksi akan menyebabkan kerusakan parah dengan restart yang berulang-ulang. MS Blaster diciptakan oleh seorang anak 18 tahun, Jeffrey Lee Parson.

MyDoom (2004)
Menyebar lewat email dengan lampiran (attachment). Jika lampiran itu dibuka MyDoom akan mengirimkan salinan dirinya ke alamat yang ada di contact. Selain itu MyDoom juga dapat menyebar melalui layanan berbagi, Kazza. My Doom pernah menyerang Google, Altavista, dan Lycos.

Sasser (2004)
Pada tanggal 30 April 2004, Sasser menyerang komputer dengan sistem operasi Windows XP dan Windows 2000 dengan memanfaatkan buffer overflow pada komputer itu. Karena virus ini Delta Air Lines membatalkan 40 jadwal penerbangan dan kereta api Di Australia terpaksa dihentikan karena kesulitan dalam komunikasi. Penciptanya adalah seorang Jerman berusia 21 tahun.

Witty (2004)
Virus menyerang program IBM Internet Security Systems dan menyebar ke alamat IP secara acak. Witty dapat melakukan overwriting pada hard disk terus menerus sampai rusak. Efek kerusakan yang ditimbulkan masih relatif kecil, tapi membuktikan bahwa virus dapat menyebabkan kerusakan parah pada perangkat keras komputer.

malware2

sumber : ITSecurity

Menghapus Service Pada Windows

Selasa, 15 Maret 2011

Service pada Windows adalah proses yang dapat berjalan tanpa memerlukan interaksi dari pengguna komputer. Beberapa service berguna untuk mengatur kerja sistem operasi seperti booting, mengakses internet, mengatur jaringan, dan mengoneksikan komputer dengan printer. Selain dari Windows, program-program yang terpasang di komputer terkadang juga menambahkan service agar dapat berjalan dengan baik. Seperti anti virus, defragmenter, web server dan lain-lain.

Ada kalanya kita ingin menghapus service bawaan program lain setelah kita meng-uninstall program tersebut. Karena service dari program itu kadang masih tertinggal dan aktif walaupun tidak terpakai. Lewat Control Panel kita hanya bisa menyetelnya agar tidak aktif. Berikut cara-cara untuk menghapus service yang sudah tidak terpakai lagi :

Lewat Command Prompt
1. Tampilkan Command Prompt (Win+R kemudian ketik ‘cmd’).
2. Buka daftar service untuk mengetahui nama service (Win+R kemudian ketik ‘services.msc’).
3. Pada Command Prompt ketikkan sc delete Namaservice kemudian tekan Enter.
4. Jika nama service mengandung spasi, gunakan tanda petik. (sc delete “Nama Service” )
5. Jika berhasil maka akan muncul pesan [SC] DeleteService SUCCESS.service_name

scdelete

Lewat Registry
1. Masuk ke Registry (Win+R kemudian ketik ‘regedit’).
2. Lakukan backup Registry untuk berjaga-jaga (menu File>Export).
3. Cari key berikut : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\service
4. Pada key yang ingin dihapus, klik kanan kemudian pilih Delete.
5. Restart komputer untuk menerapkan perubahan.

regedit

Dengan program lain
Kita juga bisa menghapus service dengan program lain yang memang dikhususkan untuk itu. Salah satu ontohnya adalah program Autoruns, yang disediakan oleh Microsoft secara gratis. Autoruns adalah program portable, artinya tidak perlu meng-install dan langsung bisa dijalankan.

sumber : gHacks.net

Dari MS-DOS Sampai Windows 7 (Video)

Sabtu, 05 Maret 2011
Masih ingat dengan MS-DOS? Atau mungkin Windows 3.1? Windows 95? Atau Windows 98? Perjalanan panjang dari perkembangan suatu sistem operasi dari masa ke masa. Terkadang kita merasa ingin kembali ke masa saat kita bekerja dengan versi-versi lama itu. Kemudian mulai bertanya, gimana seandainya komputer dengan spesifikasi hardware yang sudah jauh lebih baik menggunakan sistem operasi Windows 3.1.

Seseorang telah mencoba meng-install sistem operasi pada komputernya dari MS-DOS kemudian di-upgrade satu demi satu versinya sampai ke Windows 7, menjalankan game Doom 2 di tiap versinya. Seperti kurang kerjaan, hahahahahha, tapi unik. Sekaligus bisa sedikit melepas rasa kangen terhadap sistem operasi ini. Di bawah ini Anda bisa melihat videonya.

Internet Explorer 6 Belum Punah

Terhitung sekitar 10 tahun yang lalu Microsoft mengeluarkan Internet Explorer 6. Dan sejak pertama kali dikeluarkan bersama Windows XP browser ini telah menerima banyak sekali kritikan. Walaupun dari pihak Microsoft selalu mengeluarkan update untuk memperbaikinya tetap saja Internet Explorer 6 mengalami penurunan popularitas. Kalah dengan browser lain yang lebih modern seperti Opera, Firefox, dan Safari.

Mungkin kita menganggap browser yang paling dikritik sepanjang masa ini telah punah, tidak pernah digunakan lagi sama sekali. Ternyata tidak, menurut data terakhir dari Net Applications sekitar 34,5% pengguna internet di China masih menggunakan Internet Explorer 6. Di Korea Selatan tercatat 24,8%, di India 12,3%, dan di Jepang 10,3%. Sedangkan di Indonesia tercatat 3,3% pengguna. Secara keseluruhan Internet Explorer masih digunakan oleh sekitar 12% penduduk dunia untuk berselancar di dunia maya.

ie6countdown_report

Microsoft sendiri telah membuat sebuah situs IE6Countdown.com yang melaporkan penggunaan Internet Explorer 6 di belahan dunia dan menyarankan untuk meninggalkan Internet Explorer 6 dan beralih ke browser yang lebih modern. Tidak hanya Internet Explorer yang versinya lebih tinggi, tapi juga browser modern lain di luar Microsoft. Untuk para pemilik website, Microsoft menyediakan kode program untuk diletakkan di website. Jika ada pengunjung website yang menggunakan Internet Explorer 6 maka akan ditampilkan pesan yang menyarankan agar segera meng-update dengan browser yang lebih baru.

ie6countdown

sumber : Digital Inspiration

Ad
 
 
 

Followers