Mulai turunnya kepopuleran Facebook berdampak besar terhadap jejaring sosial baru, Google+. Di samping kebiasaan para pengguna yang ingin mencoba hal-hal baru, ketidakpuasan terhadap Facebook dianggap juga sebagai salah satu faktor pemicu para penggunanya bermigrasi ke Google+.
Dalam laporan American Customer Satisfaction Index (ACSI) menunjukkan semakin menurunnya pengguna Facebook di dunia dan semakin bertambahnya pengguna Google+. Dengan menurunnya popularitas Facebook seakan membuka jalan lebar bagi Google+ untuk mendapatkan pangsa pasar. Dengan catatan itu pun jika Google+ berhasil memberikan para penggunanya suatu pengalaman yang lebih dalam berjejaring sosial.
Dalam hal search engine Google mulai disusul oleh Bing, tapi tampaknya pihak Google tidak terlalu mengkhawatirkan hal ini. Google seperti sedang berkonsentrasi pada proyek barunya. Lalu haruskah Facebook khawatir para penggunanya terus berpindah ke Google+?
Terlalu dini untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Saya yakin Facebook tidak akan tinggal diam melihat penggunanya berlarian ke jejaring sosial baru. Walaupun Google bisa dikatakan masih baru dalam hal jejaring sosial, tapi sudah terbukti bahwa kebesaran namanya dikarenakan para pengguna yang merasa puas dengan setiap layanan yang disajikan oleh Google.
Akankah Facebook semakin merosot seperti MySpace?
sumber : PCWorld



Terkadang kita mendapat email dari seseorang yang belum kita kenal. Tentu saja kita harus berhati-hati, mengingat banyak kejahatan di dunia maya yang menggunakan email sebagai medianya. Mungkin ada baiknya kita mencari tahu tentang informasi detail pemilik email tersebut terlebih dahulu. Mudah saja, kita tinggal bertanya kepadanya dan menunggu balasannya. Tapi ada cara lain yang cukup efektif untuk mengetahui data pengirim secara detail. Cukup dengan menggunakan beberapa layanan yang telah tersedia di internet, salah satunya adalah mencarinya di jejaring sosial.
Sebelumnya pernah saya tulis tentang 
Akhir-akhir ini isu tentang bahaya radiasi ponsel semakin mencuat setelah WHO menyatakan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak, yang kemudian dibantah oleh para pemain di industri ponsel.
















