Tampilkan postingan dengan label netiket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label netiket. Tampilkan semua postingan

Anak Di Bawah 13 Tahun Bisa Memiliki Akun Facebook

Sabtu, 21 Mei 2011

kidlaptopSebenarnya untuk dapat bergabung di Facebook adalah telah berumur di atas 13 tahun. Aturan itu diperlihatkan saat seseorang mendaftarkan dirinya di Facebook. Tapi pada kenyataannya banyak anak-anak yang dapat bergabung dengan cara memalsukan tanggal lahir mereka. Bahkan pernah dilaporkan bahwa 7,5 juta pengguna Facebook di dunia adalah anak-anak yang berumur di bawah 13 tahun. Facebook sendiri telah menyediakan tempat khusus untuk melaporkan akun yang menggunakan tanggal lahir palsu.

Aturan tersebut sebenarnya adalah aturan dari COPPA (Children's Online Privacy Protection Act), sebuah badan yang mengatur perlindungan terhadap anak-anak di dunia maya. Setiap website diharuskan menyertakan kebijakan privasi (privacy policy) untuk mengatur siapa saja yang diperbolehkan mengakses website tersebut dengan melihat dari kontennya. Beberapa website memang menyajikan konten untuk anak-anak, ada juga yang boleh diakses oleh anak-anak dengan pendampingan dari orang tua, dan ada yang hanya boleh diakses oleh orang dewasa.

Untuk Facebook dan jejaring sosial lainnya, COPPA menerapkan aturan hanya boleh diakses oleh mereka yang telah berumur 13 tahun. Aturan ini dapat dibaca di Facebook’s Privacy Policy. Padahal Facebook merupakan sebuah tempat dimana anak-anak juga dapat saling terhubung dengan keluarga, teman-teman, guru, dan orang-orang lain. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, telah mengajukan usul agar anak-anak di bawah 13 tahun juga diperbolehkan bergabung di jejaring sosial. Menurutnya anak-anak seharusnya diperbolehkan bergabung di jejaring sosial dengan tetap didampingi oleh orang tua mereka. Usul tersebut sempat menjadi kontroversi dan masih dipertimbangkan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju dengan usulan tersebut? Semua tergantung dari pandangan masing-masing orang. Bagaimanapun juga Facebook merupakan sebuah platform yang luar biasa dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya. Mungkin saja, suatu saat seorang bayi yang baru saja lahir akan langsung dibuatkan akun Facebook oleh orang tuanya. (hahahahaha…)

sumber : PCWorld

Etika Di Jejaring Sosial

Selasa, 19 April 2011

Menjadi anggota dalam sebuah jejaring sosial di internet berarti menjadi anggota dalam sebuah komunitas yang terhubung dengan seluruh dunia. Hanya dengan duduk di depan komputer yang terhubung internet, kita dapat berinteraksi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia. Berada di jejaring sosial hampir sama seperti di kehidupan nyata. Hanya saja di jejaring sosial setiap tingkah laku dan perkataan diungkapkan lewat tulisan. Artinya apa yang kita tuliskan mewakili apa yang kita pikir dan ucapkan.

Seperti di kehidupan nyata, interaksi dengan orang lain di jejaring sosial memerlukan etika, aturan, norma tertentu untuk menjaga keharmonisan di jejaring sosial tersebut. Intinya jejaring sosial digunakan untuk menjalin hubungan baik dengan banyak orang dan sebisa mungkin menghindari masalah di dunia maya.

Etika yang digunakan di jejaring sosial merupakan sebagian kecil dari etika berinternet (netiket) yang cakupannya lebih luas. Berikut ini adalah beberapa aturan dalam etika di jejaring sosial yang saya rangkum dari berbagai sumber :

Gunakan huruf kapital seperlunya.
Huruf kapital digunakan sebagai penegasan dari sebuah kata. Tapi jika sebuah kalimat ditulis dengan huruf kapital semua artinya si penulis sedang berteriak karena marah. Anda bisa bayangkan jika orang di depan Anda berteriak karena marah, pasti merasa tidak nyaman.

Pakailah bahasa yang sopan.
Dalam membuat suatu tulisan maupun berkomentar sebaiknya menggunakan kata-kata yang sopan. Beberapa orang merasa tidak nyaman saat membaca kata-kata kasar, seperti umpatan. Jika umpatan itu memang Anda perlukan untuk mengekspresikan apa yang sedang Anda rasakan, sebaiknya penulisannya disamarkan, atau bisa juga menggunakan emoticon. Namun sebisa mungkin jangan mengumpat di jejaring sosial.

Gunakanan ejaan yang jelas.
Tidak perlu harus memenuhi syarat Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam menulis sesuatu. Yang penting tulisan dapat dibaca dengan jelas. Tidak ada gunanya menuliskan sesuatu yang sulit dibaca orang lain.

Hindari tulisan berbau SARA.
Jelas tulisan yang menyangkut SARA mempunyai kemungkinan besar memicu konfrontasi. Jadi hindarilah tulisan yang menyangkut unsur SARA. Hal ini juga selalu ada di aturan setiap jejaring sosial yang telah Anda setujui saat mendaftar. Sekali lagi, kita tidak ingin mencari masalah di jejaring sosial.

Perhatikan tanda baca.
Hanya karena kesalahan tanda baca dapat mengubah arti dari sebuah kalimat. Sebaiknya gunakan tanda baca yang benar agar orang yang membacanya dapat benar-benar mengerti maksud Anda dan menghindari terjadinya kesalahpahaman.

Hindari adu mulut.
Beradu mulut di jejaring sosial dapat memicu pertikaian di kehidupan nyata. Apalagi jika dibaca oleh banyak orang. Bukan lagi pertikaian antar individu yang terjadi, bisa-bisa juga memicu pertikaian antar kelompok. Sangat berbahaya.

Hati-hati terhadap hoax.
Sebelum menyebarkan sebuah berita, sebaiknya diteliti dulu kebenarannya. Anda bisa dicemooh oleh orang lain dan kredibilitas Anda bisa menurun jika ternyata berita yang Anda sebarkan ternyata berita bohong.

Cantumkan referensi.
Jika mengutip kata-kata dari orang lain sebaiknya selalu mencantumkan sumbernya agar kita tidak dianggap sebagai seorang plagiat, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada penulis aslinya.

Gunakan private message untuk hal pribadi.
Jika kita ingin bertanya atau mengatakan sesuatu kepada orang lain yang sifatnya pribadi, sebaiknya diutarakan lewat private message.

Sampaikan salam.
Untuk memulai suatu percakapan saat chatting sebaiknya sampaikan salam terlebih dahulu. Sama seperti kita mengucapkan salam saat berkunjung ke rumah orang lain. Dan jangan lupa sampaikan salam juga saat mengakhiri percakapan.

Hargai privasi orang lain.
Seringkali saat kita ingin memulai percakapan dengan seseorang ternyata orang tersebut sedang sibuk. Sebaiknya hargai saat dia meminta Anda untuk tidak mengganggunya dulu.

Jadilah diri sendiri.
Memang kita bisa saja menggunakan identitas palsu dan menjadi orang lain di dunia maya, tapi jangan pernah beranggapan bahwa keberadaan kita yang sebenarnya tidak dapat diketahui orang lain. Setiap kegiatan yang kita lakukan di dunia maya bisa dilacak sampai ke sumbernya. Menjadi diri sendiri di dunia maya dan menjalin hubungan baik di dunia maya akan berdampak baik pula di kehidupan nyata.

Memang terlihat sepele, tapi bisa menimbulkan efek yang serius jika dilanggar. Pelanggaran etika di jejaring sosial dapat berdampak di kehidupan nyata. Sanksi sosial yang diperoleh bisa saja berupa teguran dari orang lain. Yang lebih jauh lagi kita bisa dinonaktifkan dari jejaring sosial tersebut. Dan yang paling parah adalah berurusan dengan hukum.

sumber :
-
http://tools.ietf.org/html/rfc1855
- http://www.networketiquette.net
- http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2010/10/20/etika-menggunakan-internet
- http://forum.kompas.com/showthread.php?14206-Etika-berinternet
- http://www.education.com/reference/article/netiquette-rules-behavior-internet

Ad
 
 
 

Followers